1. Gue Juga Nggak Mau Punya Trauma Kayak Gini.

Sejak kecil, kita sering dibuat merasa nggak berharga.

Mungkin, karena dari kecil, apa pun yang kita lakukan, ternyata nggak bisa membuat orangtua kita bahagia, nggak bisa membuat mereka bangga, nggak bisa membuat mereka cukup. Perasaan bersalah yang nggak pernah hilang.

Mungkin, dari tatapan mereka, dari cara mereka berbicara kepada kita, seolah kita adalah beban yang membuat hidup mereka jadi sulit. Atau mungkin, karena dari kecil kita nggak pernah dianggap penting. Suara kita, keinginan kita, penolakan kita. Kita dicap nggak tahu apa-apa. Harus nurut sama keinginan orangtua gimanapun caranya.

Mungkin, setiap kita cerita kabar bahagia kita, kita berharap mereka merespons dengan senyum. Merespons juga dengan kebahagiaan, karena seharusnya mereka ikut bahagia. Tapi nyatanya, kebahagiaan kita nggak dianggap penting. Mereka malah malas mendengarnya.

Atau, mungkin, kita yang seharusnya dapat kasih sayang ketika kecil, dimengerti karena kita belum mengerti dunia ini, butuh perlindungan dari jahatnya dunia ini, malah kita nggak dapat semua itu. Kita dibilang lemah, berlebihan, dan nggak penting.

Mungkin, orangtua kita bisa dengan mudah membanggakan orang lain. Bisa dengan mudah melihat kebaikan orang lain. Tapi, tidak untuk kita. Mereka bisa dengan mudah merasa cukup dengan orang lain. Tapi, tidak untuk kita.

Atau, yang lebih parah, perlakuan hukuman fisik dan mental, dipukul, dikurung, dilecehkan, direndahkan, tidak diberi makan hanya karena kita melakukan sebuah kesalahan.

Orangtua yang seharusnya jadi jembatan kita dengan dunia luar, yang seharusnya jadi pelindung kita dari jahatnya dunia luar, malah bergabung menyerang kita.

Atau, mungkin, nggak selalu datang dari orangtua kita.

Mungkin, penolakan, ejekan, tidak diterimanya kita dalam lingkup pertemanan hanya karena kita berbeda, entah itu secara fisik maupun pemikiran, kita jadi dijauhi. Kesalahan yang nggak layak dihukumi seperti itu. []

Bukankah kita semua manusia pasti melakukan kesalahan? Punya kekurangan Kenapa gue nggak boleh?

Tapi kadang, ini lebih kompleks daripada itu. Ini bukan tentang salah-benar—memang situasi yang memaksa, sehingga kita tidak bisa menyalahkan siapa pun.

Karena kita tidak berdaya.

Hal-hal menyakitkan itu pasti membawa dampak. Yang membuat kita jadi seperti ini. Yang membuat kita jadi memandang dunia seperti ini. Yang membuat kita memandang rendah diri kita seperti ini. Dan, itu yang mungkin orang-orang sebut sebagai trauma.

 We have trauma–the unhealed wounds.

[]

Dulu, ilmu psikologi itu berkutat pada hal-hal negatif; mikirin gimana caranya menghilangkan hal-hal negatif itu dari kehidupan manusia.

Bahwa manusia dibentuk dan ditentukan tergantung sama masa lalunya.

Sebenarnya, nggak jauh beda sama pola pikir kebanyakan manusia sekarang. Hanya karena kita punya masa lalu yang nggak menyenangkan, kita langsung membuat konklusi bahwa ke depannya hidup akan hancur.

Ada musibah atau sesuatu yang nggak mengenakkan terjadi, langsung making a verdict bahwa hidup akan hancur ke depannya.

Well, it doesn’t work that way.

Karena, sekarang, ilmu psikologi justru lebih fokus sama hal-hal positif.

Selanjutnya
error: Not Allowed